Kasih sayang Ibu Sepanjang Masa, Mungkin dapat terganti dengan kalimat kasih sayang nenek sepanjang masa. Adalah Rambu (9), Bunga (5) dan Novianti (4) kelak akan berkata bahwa Surga Ditelapak Kaki Nenek. Ketiga cucu kesayangan nenek (sebut nama : Lempan, 65 Tahun) sejak kecil sudah tidak merasakan lagi kasih sayang Ibu dan telah menjadi Yatim karena Ibunya telah meninggal dunia karena sakit. Sedangkan Ayah dari ketiga Bocah mungil ini telah pergi tanpa kabar, dan menitipkan anaknya kepada Nenek Lempan. Saat ini nenek lempan tinggal disebuah Gubuk ditengan hutan, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ukuran rumahnya pun sangat kecil yaitu 2,5 x 3 Meter karena hanya itu lahan yang dia miliki. Pekerjaan sehari - hari lempan sebagai penjual kayu bakar dirasa tidak mencukupi kebutuan hidup yang semakin tinggi. Untuk kebutuhan makan, nenek ini medapatkan jatah beras raskin yang tidak begitu banyak, hanya 10 Liter per 3 bulan. Terkadang untuk memberikan makan sang cucu nenek lempan Perlu mengolah Jagung dan Ubi kayu pemberian warga sekitar. Nilai yang bisa kita petik dari perjuangan nenek lempan bahwa dia tidak pernah menyerah pada keadaan. Sang nenek berharap tetap mementingkan pendidikan cucunya. Rambu saat ini telah bersekolah di kelas 3 SD dan kedua adiknya masih duduk di sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sang nenek mengumpulkan kayu bakar dan berjualan berkeliling kampung. Terkadang jika kayu bakar tidak habis terjual, lempan akan menitipkan dipasar, lalu baru kesokan hari menerima hasil Penjualan. walaupun hidup dalam keterbatasan, Lempan mengaku selalu optimistis dalam hidup. Itu juga yang ditanamkannya kepada ketiga cucunya agar selalu diingat dan kelak menjadi bekal hidup. Oleh karena itu, dia selalu mengutamakan agar cucunya pergi sekolah dahulu daripada membantunya mencari kayu bakar.

[Surga Ditelapak Kaki Nenek] : Sebuah Kisah Perjuangan Nenek untuk Merawat Cucu Di Tengah Hutan

Kasih sayang Ibu Sepanjang Masa, Mungkin dapat terganti dengan kalimat kasih sayang nenek sepanjang masa. Adalah Rambu (9), Bunga (5) dan Novianti (4) kelak akan berkata bahwa Surga Ditelapak Kaki Nenek.

Ketiga cucu kesayangan nenek (sebut nama : Lempan, 65 Tahun) sejak kecil sudah tidak merasakan lagi kasih sayang Ibu dan telah menjadi Yatim karena Ibunya telah meninggal dunia karena sakit. Sedangkan Ayah dari ketiga Bocah mungil ini telah pergi tanpa kabar, dan menitipkan anaknya kepada Nenek Lempan.

Saat ini nenek lempan tinggal disebuah Gubuk ditengan hutan, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ukuran rumahnya pun sangat kecil yaitu 2,5 x 3 Meter karena hanya itu lahan yang dia miliki.

Pekerjaan sehari – hari lempan sebagai penjual kayu bakar dirasa tidak mencukupi kebutuan hidup yang semakin tinggi. Untuk kebutuhan makan, nenek ini medapatkan jatah beras raskin yang tidak begitu banyak, hanya 10 Liter per 3 bulan. Terkadang untuk memberikan makan sang cucu nenek lempan Perlu mengolah Jagung dan Ubi kayu pemberian warga sekitar.

Nilai yang bisa kita petik dari perjuangan nenek lempan bahwa dia tidak pernah menyerah pada keadaan. Sang nenek berharap tetap mementingkan pendidikan cucunya. Rambu saat ini telah bersekolah di kelas 3 SD dan kedua adiknya masih duduk di sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sang nenek mengumpulkan kayu bakar dan berjualan berkeliling kampung. Terkadang jika kayu bakar tidak habis terjual, lempan akan menitipkan dipasar, lalu baru kesokan hari menerima hasil Penjualan.

walaupun hidup dalam keterbatasan, Lempan mengaku selalu optimistis dalam hidup. Itu juga yang ditanamkannya kepada ketiga cucunya agar selalu diingat dan kelak menjadi bekal hidup. Oleh karena itu, dia selalu mengutamakan agar cucunya pergi sekolah dahulu daripada membantunya mencari kayu bakar.

Sumber : Tabloidnova

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *