Siap Ta'aruf berarti Siap Menikah

[5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Saat Ta’aruf] Siap Ta’aruf Berarti Siap Nikah

Ketika seorang murid berkata kepada Gurunya, “Ustad saya siap nikah dan siap ta’aruf, bersediakah Ustad menjadi Penghubung antara saya dengan calon Istri saya agar kita saling mengenal”. Wahh itu pasti kata-kata sakti yang berani anda ucapkan.

Akan tetapi Bukan hanya menikah saja yang butuh persiapan, ta’aruf pun butuh persiapan matang, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu persiapan untuk Proses Ta’aruf.

Siap Ta'aruf berarti siap Menikah 2

Persiapkan Mental
Ketika sudah memutuskan untuk menjalani proses Ta’aruf, maka kita perlu mempersiapkan mental untuk “Menikah”. Buang perasaan jauh-jauh mengenai kesulitan dalam berumah-tangga karena saya yakini itu bisikan setan. Rasulullah bersabda “Bukan termasuk Golongan Ku jika tidak mau menikah”, jadi segala upaya setan lakukan untuk menggoda kita mengundurkan pernikahan (padahal kita sendiri sudah siap).
terkadang banyak juga alasan belum mau menikah, mulai dari cita-cita yang belum kesampaian, belum bisa membahagiakan orang tua, ingin sekolah lebih tinggi dan karir yang lebih baik. Padahal dengan Partner (Pasangan Hidup) maka kamu akan menjalani keinginan mu menjadi Lebih Indah. (Insya Allah)

Persiapkan Kebutuhan Financial
Point ini memang harus disiapkan sejak jauh-jauh hari, bahkan bisa jadi sejak jauh-jauh tahun. Sedini mungkin setelah kita Lulus Sekolah atau Kuliah dan bekerja lalu mempunyai penghasilan, maka ada sebagian yang kita tabung untuk persiapan menikah. Malu dong kalau minta dana oleh orang tua, padahal kita sendiri bisa menabung.
Gampang banget caranya, kamu tinggal mengurangi hal-hal yang bersifat konsumtif yang tidak perlu dan mulai menabung baik dalam celengan Kaleng atau Bank, gampangkan.

Pelajari Ilmu Berumah Tangga
Ilmu berumah tangga tidak kalah penting loh dengan mental dan financial. Sebelum kita menikah, maka kita perlu dibekali oleh pengetahuan dalam berumah-tangga seperti; hak dan kewajiban Suami-Istri, hukum pernikahan, cara mendidik anak dan hal lain.
Kita bisa belajar banyak dari Orang Tua kita, Ustad / Guru kita, Buku-buku atau Kajian Rutin. Akan tetapi Di Indonesia umumnya kita akan dibekali oleh materi-materi pernikahan pada saat hendak mendaftar ke KUA. Jadi jangan terlalu bingung mau mencari materi dimana.

Keterlibatan Keluarga
Bicarakan sebelumnya dengan keluarga, jangan sampai waktu Ta’aruf keluarga Akhwat bingung dengan tujuan tamu Ikhwan untuk Apa?. Komunikasi juga kepada Orang Tua yang tidak memahami apa Itu Ta’aruf sehingga tidak terjadi salah paham.
Tidak ada salahnya juga mulai menceritakan calon pasangan kita, agar keluarga kita paling tidak paham dengan latar belakang calon pasangan baik sifat, keluarga atau kondisi pekerjaan.

Perantara Ta’aruf
Kalau saya Ta’aruf jalan sendiri saja deh, loh, loh, kayanya salah Konsep deh. Ta’aruf dilakukan untuk menghindari pacaran atau bertemu secara pribadi. Oleh karena itu perlu adanya perantara, bisa koq kita berkenalan melalui sahabat, ustad atau guru. Itu adalah perantara ta’aruf yang tepat.

Kalau kriteria yang kita harapkan sih pastinya satu Dump Truck karena saking banyaknya. Akan tetapi mulailah meneriman segala kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Dan Hadirkan Allah saat sholat Istikaroh, semoga Dia akan memberikan pasangan yang bukan menurut kita baik akan tetapi Baik dimata Allah.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *